mocca
Posted by trasher | Filed under apa ini gue yang sebenarnya, serba salah
it’s seven hours and thirty minutes due to the date for running around on this easy to flood city. it just that, this time the journey won’t be spend alone. suddenly there’s a HER in my scribblings of life. suddenly, i remember how it still feels good just to listen an indie band called Mocca from INA. hell, i even learn back their guitar chord/tab.
on doing that, some twisted idea emerged. a plan that is so old, a high school era, yet can’t get rid out of my effing head. i wanna gather songlist just for her to enjoy in the next journey we’ll share.
effing romantic joe, in the most dilatory behaviour of mine. as always, miserable is a necessity. at least for me.
haduh…haduh…
Posted by trasher | Filed under Uncategorized
namun demikian, yang kita anggap permasalahan pastinya sesuatu yang menimpa kita saat itu dan bukan orang lain. satu hal yang pasti ialah keberadaannya harus segera ditangani. dan disitulah pakem sesuatu yang lebih besar itu berguna. that grander thing semestinya menjadi kompas akan sikap kita menangani permasalahan.
semua juga tahu tidak ada permasalahan yang tidak bisa diselesaikan, tapi pertanyaannya khan selalu dengan cara yang seperti apa kita menyelesaikannya? syukur-syukur kalo kita masih menghormati orang lain saat menangani sebuah problema, tapi bukankah sering kali manusia mengambil jalan pintas dengan tidak mengindahkan sekeliling dan mewahidkan perkataan ‘yang penting kelar!’
Posted by trasher | Filed under Uncategorized
ketika isteri anda memiliki waktu kerja yang lebih banyak dan waktu senggang yang sedikit ketimbang dirimu tetapi masih sempatnya dia membuat sarapan untukmu.
punyailah rasa malu!
ketika pencapaian orang-orang di sekelilingmu lebih bernilai ketimbang apa yang engkau suguhkan untuk mereka. mungkin engkau merasa sudah melakukan semua itu dengan begitu kerasnya, dengan begitu susahnya, dan dengan begitu megap-megapnya. tetapi semua itu tidak bernilai ketika engkau merasa berpuas diri dengan sesuatu yang jika dibandingkan menjadi kecil nilainya. Dibandingkan dengan apa? dengan hasil yang dipersembahkan orang lain tentunya.
punyailah rasa malu!
ketika yang lain memiliki kemampuan untuk menabung lebih besar karena bekerja lebih banyak, di saat kita mengeluh tiada batas tentang upah yang sedikit sembari minum kopi dan merokok di saat yang lainnya beraktivitas kerja.
punyailah rasa malu!
ketika di usia pertengahan ini, engkau belum bisa membalas jasa orang tua bahkan dalam bentuk materi sekalipun.
punyailah rasa malu!
ketika engkau berkoar tentang cara-cara cerdas menjalani hidup sedangkan dirimu sendiri bukanlah sesuatu yang layak menjadi contoh. bukankan bukti harus menjadi yang pertama dilihat ketimbang kata?
punyailah rasa malu! lalu dari rasa malu itu bangkitlah! sudah saatnya engkau mengepakkan sayap di tempat lain! tempat yang menuntut tinggi dan menghargai dengan tinggi pula…..
kecewa
Posted by trasher | Filed under Uncategorized
TAPI, mengapa rasa itu tetap tidak hilang? selalu masih ada sisa ketika semua sudah terlaksana. rasa hampa, hilang, dan kesendirian, tetap bersemayam.
mungkin betul akan apa yang mereka katakan. hanya hati yang dapat menyentuh hati. hanya hati yang baik yang bisa menyadarkan hati yang lainnya. lalu kemanakah hati itu di saat yang paling ku rindukan, saat dimana ku paling membutuhkan. apakah telat selalu menjadi hak mereka yang ada di pihak benar? masakah kita harus terus menerus bersabar menunggu kebaikan, di saat kedurjanaan merajam sebegitu hebatnya.
tak ingin diri ini dipermainkan nasib. tapi kadang tenaga ini juga tak cukup untuk menghadang semua, hingga yang tersisa adalah diam, lelah, tak berkutik, dan lunglai memasrah.
semua butuh pelarian. semua butuh pengalihan. yang kusesalkan hanya pilihan untuk pelarian ku yang jumlahnya masih terhitung oleh jemari ini. kemana teman di saat yang paling kubutuhkan? tak mendengarkah mereka akan jerit ku? haruskah ku memanggil demikian kerasnya?
kupikir hanya teman sejati yang bisa nyata di saat yang tepat dan ada di saat lainnya.
…dia kembali…
Posted by trasher | Filed under Uncategorized
semua terjadi karena sebuah kunjungan biasa ke seorang teman ke teman yang juga teman ku. kunjungan yang juga mengikutkan seorang teman dari temannya temanku. teman yang kemungkinan besar menjadi persandingan hidupnya kelak.
apa yang bisa dilakukan? rasa itu begitu menyesakkan dada. begitu mengecilkan arti diri. begitu mengepung pemikiran-pemikiran cemerlang yang biasanya muncul begitu saja di dalam kepala ini. rasa ini sebenarnya pernah bermunculan, sering bahkan. tapi berhasil dihalau. lalu mengapa kali ini mesti berbeda?
kali ini berbeda karena hasrat untuk mengabadikan rasa itu di dalam blog ini. bahwa pernah ada seorang manusia yang mengalami hal ini dengan harapan di masa nanti dia sadar akan kepecundangannya dan malu akan dirinya sendiri sehingga tidak lagi menatap ke belakang tetapi tersadar di masa kini dan terus keras berusaha untuk menjadikan hidupnya di masa esok menjadi sebuah kehidupan yang patut untuk dikenang.
bukankah itu salah satu kebergunaan blog. menjadikan diri kita untuk didengar. menjerit sekeras dan semau kita tanpa ada satu pun yang dirugikan.